Wonderful Indonesia 2016
Buah Bibir!Mau Cari hotel online murah tanpa harus online? Gampang! Download Gratis Hotel App Store untuk Ponsel pintar di tips wisata murah home. Diskon Mentok 80%. Untuk mendapatkan Promo ini silahkan klik banner hotel yang muncul di layar HP Anda. #Dapatkan panduannya, Download sekarang! Gratis!

Inikah jawaban Surat At-Taubah tanpa Basmalah?

inikah jawaban surat at atubah tanpa Basmallah Mungkin diantara kita pernah tadabbur memikirkan kenapa surat At Taubah tanpa Basmallah, namun bagi sebagian dari kita orang yang ndableg lugu tentunya akan menjawab karena dari Allah sudah begitu ya di lakukan begitu. Walau pada hakekatnya semua akibat pasti ada sebabnya

Pertanyaan ini mungkin juga muncul seperti "Mengapa dalam penulisan Arab, jumlah huruf dalam "Laa ilaaha illa Allah", terdapat 12 buah?, dan Mengapa huruf dalam “Muhammad Rasulullah” juga ditulis 12 buah kali?".

Didalam Al Qur'an terdapat 114 surat yang semuanya diawali dengan Basmalah, kecuali Surat Al-Taubah. Meski demikian, keseluruhan lafaz basmalah tetap berjumlah 114 dalam Al-Qur’an: 113 pada awal surat, dan satu kali disebut di Surat Al-Naml ayat 30. Di tengah kaum Muslimin.

Untuk mengetahui jawaban kenapa At Taubah tanpa Basmalah, dibawah ini ada uraian menarik dari Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat yang di rujuk tipswisatamurah.com dari majulah-ijabi.org yang mencoba menjelaskan tanda tanya besar tersebut. Berikut cuplikannya

Asbabun Nuzul Al-Taubah.
Surat Al-Taubah menjadi istimewa, karena ia hadir tanpa Basmalah. Pada tahun kesembilan setelah hijrah Nabi Saw, ayat-ayat pertama surat ini diturunkan. Ia turun di Madinah, karenanya disebut madaniyyah. Tapi ia dibaca pertama kali di Makkah. Bagaimana bisa? Ketika turun ayat ini, musim haji pasca perjanjian Hudaybiyyah tengah berlangsung. Nabi Saw tidak berangkat memimpin jamaah. Diutuslah Abu Bakar untuk menemani kafilah. Inilah tugas pertama Abu Bakar sebagai pimpinan rombongan. Di Dzat al-Salasil, ia ikut di bawah komanda Amr bin ‘Ash. Demikianlah sejarah mencatatnya. Nabi Saw sendiri tinggal di Madinah tahun itu dan baru berhaji setahun kemudian. Setahun sebelumnya, Makkah sudah ditaklukkan. Ka’bah sudah dibersihkan dari ratusan berhala yang mengitarinya. Adalah Ali yang naik di atas punggung Nabi untuk menghancurkan berhala terbesar kala itu. Bila bukan karena titah Nabi, manalah berani menapak pundak yang suci itu.

Ada beberapa pendapat mengenai sebab diatas.
Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus melihat Surat sebelumnya di dalam penyusunan ayat-ayat Al-Qur’an sekarang ini. Yaitu surat Al-Anfal. Berikut dua pendapat berkenaan dengan tiadanya "Basmalah" dikaitkan dengan posisi surat. Menurut Ubay bin Ka’ab, surat Al-Taubah tanpa basmalah karena ia didekatkan dengan surat Al-Anfal. Yang satu berkisah tentang orang-orang yang menepati janji dan kisah tentang perjanjian-perjanjian, sedangkan yang kedua bercerita tentang orang-orang yang melanggar janji. Pendapat kedua yang tidak sepenuhnya berbeda dari Utsman yang mengisahkan kemiripan cerita di antara kedua surat itu. Yang pertama orang yang terikat janji. Dan yang kedua (surat Al-Taubah) tentang orang-orang yang dilepaskan atas mereka janji.

Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ayat itu turun untuk menunjukkan "lepasnya" perlindungan Allah dan Rasulnya dari orang-orang kafir dan musyrik. Dengan tiadanya perlindungan itu, maka dilarang bagi selain orang yang beriman untuk tawaf dan berputar di sekitar rumah Allah Swt.

Tapi ada juga yang mengartikan lain. Yaitu berdasarkan riwayat dari beberapa sahabat. Hudzaifah di antaranya. Ia berkata: "Bagaimana mungkin ia disebut surat Al-Taubah? Ia lebih tepat disebut Surat azab." Dari Said bin Jubair, ia berkata: "aku bertanya pada Ibnu Abbas tentang surat Al-Taubah. Ibnu Abbas menjawab: Itu surat yang menyingkap rahasia-rahasia. Tidak henti-hentinya ia turun, kecuali ada di antara rahasia kami yang diungkapnya. Sampai kami takut bahwa tiada (rahasia) yang tersisa dari seorang pun di antara kami." (semua keterangan di atas dinukil dari Tafsir Al-Tibyan, Syaikh Thusi, juz lima bagian surat Al-Taubah).

Berdasarkan keterangan-keterangan dari para sahabat itu, Surat Al-Taubah adalah Surat yang sangat "keras". Ditujukan pada orang-orang kafir, tapi juga ditujukan pada sahabat-sahabat Nabi Saw. Konon, karena "keras"nya ayat-ayat di dalamnya, maka ia tidak diawali dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Wallahu a’lam.


Untuk mengikuti tulisan ini secara utuh, anda bisa melanjutkan di majulah-ijabi ini




Inikah jawaban Surat At-Taubah tanpa Basmalah? Reviewed by Wisata Murah on 11.32 Rating: 4.5
0 Komentar untuk "Inikah jawaban Surat At-Taubah tanpa Basmalah?"
 

Unduh Gratis Hotel App Store

agoda