Wonderful Indonesia 2016
Buah Bibir!Mau Cari hotel online murah tanpa harus online? Gampang! Download Gratis Hotel App Store untuk Ponsel pintar di tips wisata murah home. Diskon Mentok 80%. Untuk mendapatkan Promo ini silahkan klik banner hotel yang muncul di layar HP Anda. #Dapatkan panduannya, Download sekarang! Gratis!

Begini Cara Orang Jawa menghitung Jodoh

Begini Cara Orang Jawa menghitung Jodoh Begini lho cara orang jawa (tempo doeloe) menghitung jodoh untuk anak anak tercintanya. Kalau anda pernah mendengar kalender suku maya yang menggunakan sistem matematikanya sendiri. orang jawa juga punya hitungan atau kalender, secara umum hitungannya mengikuti rotasi putaran rembulan seperti tanggal hijrah, namun pada kalender jawa masih dibagi lagi dengan yang namanya neptu pasaran. Setiap pasaran dalam satu minggunya dibagi menjadi lima, yang kesemuanya mempunyai jumplah nilai tersendiri, dan jumplah nilai tersebut sifatnya matematis tetap. Dan orang jawa biasanya menyebut sepasar adalah 35 hari, yakni 5 neptu pasaran dikali 7 hari pasaran sama dengan 35 hari yang kalau diurai seperti berikut.

Hitungan jawa Lima Neptu tersebut nilainya seperti berikut
Neptu Legi = 5 (lima)
Neptu Paing = 9 (sembilan)
Neptu Pon = 7 (tujuh)
Neptu Wage = 4 (ampat)
Neptu Kliwon = 8 (delapan)

Setiap hari juga memiliki nilai, yakni seperti berikut
Hari Ahad = 5
Hari Senen = 4
Hari Selasa = 3
Hari Rabu = 7
Hari Kamis = 8
Hari Jum’at = 6
Hari Sabtu = 9

Nah, dari hari dan pasaran tersebut, kalau mau menjodohkan anak biasanya jumplahnya dihitung, dan biasanya hitungan tesebut tidak hanya digunakan untuk hitungan jodoh, tapi juga bercocok tanam. Sebagai gambaran jumplah nilai tersebut seperti waktu musim normal, bulan desember yang memiliki nilai 12 tersebut biasanya pada musim penghujan, begitu juga dengan hitungan bercocok tanam orang jawa maupun cara menghitung jodoh untuk anak anaknya diusahakan pada jumplah hitungan yang terbaik. Untuk istilah bercocok tanam biasa disebut dengan istilah titimongso

Dan tidak usah bertele tele, dari jumplah hitungan antara neptu dan hari tersebut memiliki arti masing masing. Sekedar contoh, dari jumplah antara neptu dan hari anak perempuan dan laki laki tersebut masih dikurangi 9. Misalnya pasaran Legi bernilai 5 dan ahad bernilai 5 berarti jumplahnya ada 10 dikurangi 9 masih sisa 1. Dan dari sisa jumplah tersebut ditambahkan yang nilai jumplahnya memiliki arti seperti berikut

Dan berikut data yang di nukil tipswisatamaurah.com dari buku weton dan kalender jawa esidi 2013
1 dan 4 : banyak celakanya
1 dan 5 :bisa
1 dan 6 : jauh sandang pangannya
1 dan 7 : banyak musuh
1 dan 8 : sengsara
1 dan 9 : menjadi perlindungan
2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
2 dan 4 : banyak godanya
2 dan 5 : banyak celakanya
2 dan 6 : cepat kaya
2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
2 dan 8 : dekat rejekinya
2 dan 9 : banyak rejekinya
3 dan 3 : melarat
3 dan 4 : banyak celakanya
3 dan 5 : cepat berpisah
3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
3 dan 7 : banyak celakanya
3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
3 dan 9 : banyak rejeki
4 dan 4 : sering sakit
4 dan 5 : banyak godanya
4 dan 6 : banyak rejekinya
4 dan 7 : melarat
4 dan 8 : banyak halangannya
4 dan 9 : salah seorang kalah
5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
5 dan 6 : dekat rejekinya
5 dan 7 : tulus sandang pangannya
5 dan 8 : banyak bahayanya
5 dan 9 : dekat sandang pangannya
6 dan 6 : besar celakanya
6 dan 7 : rukun
6 dan 8 : banyak musuh
6 dan 9 : sengsara
7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
7 dan 9 : tulus perkawinannya
8 dan 8 : dikasihi orang
8 dan 9 : banyak celakanya
9 dan 9 : liar rejekinya

Dari jumplah tersebut, biasanya masih harus disesuwaikan hari pernikahan dan tanggal (bulan Jawa) semuanya dijumlahkan kemudian dikurangi/ dibuang tiga... Bersambung pada Begini cara Orang Jawa Menghitung Jodoh edisi berikutnya





Begini Cara Orang Jawa menghitung Jodoh Reviewed by Wisata Murah on 14.33 Rating: 4.5
14 Komentar untuk "Begini Cara Orang Jawa menghitung Jodoh"

agak ribet jg ternyata ya pak.., malah ada rumusnya pula... *smile

hehehe, ribet memang, tapi itu dihitung seperti kalau kita menghitung musin penghujan atau musim durian yang selalu tetap jatuh bulannya,,

Mungkin kalo sekarang ini hanya di pakai oleh kalangan tertentu aja ya mas...
Seiring sama berjalnnya perkembangan jaman :)

benar mas, sebagian masyarakat kita meninggalkan cara ini. tapi untuk orang keraton jogja sendiri budaya ini masih lestari, contohnya waktu pernikahan agung kemarin konon waktunya juga dihitung dengan cara ini

waduh ko lebih sulit dari menahan perasaan
menghitung perjodohan

ach yang penting cinta dan seiman
pasti ga kalah dari hitungan

hehehe

hehehe, njlimet ya ngitung ya.. klo malas ngitung jangan dihitung mbk anis, nanti tambah puyeng, hehe, yhx dah mampir

sangat luar biasa ya cara hitungnya dan kegunaan bagi pasangan akan lebih mudah menghindari seburukan dengan ikhlas dan banyak sedekah.

kalau nasib boleh memilih kenapa tidak dipilih, dan sarana untuk merubah kehidupan lebih baik salah satunya hrus memakai kendaraan ilmu pengetahuan. ddan ilmu penanggalan yang dibuat nene motang orang jawa ini dimaksutkan untuk keselamatan anak cucu...

btw - dengan cara diatas otomatis mengnjurkan semua mannusia palaku utuk memperbanyak sedekah, karena dengan ritual ritual dimaksut selalu mengleluarkan biaya yang dampaknya bisa langsung dirasa le htetangga dan orang orang yang diundang untu menyaksikan ,, thx

kurang mksud saya....coba kalo jumat pon sama selasa legi.gmn hitungnnya.hari nikahan bgusnya hari ap

kurang mksud jg yg hari ...misal selasa 3.legi 5.jumlahnya kan delapan.dikurangi 9 berati minus 1 donk.gmn itu

kurang mksud saya....coba kalo jumat pon sama selasa legi.gmn hitungnnya.hari nikahan bgusnya hari ap

Penting podo saling cinta ngerteni perhatian ra egois lak uwes..haha

Nih yang serius ama jodoh, ane uda buktiin sendiri, fakta 100℅
keyakinanbersama.blogspot.com , kunjungi ya :)

Nih yang serius ama jodoh, ane uda buktiin sendiri, fakta 100℅
keyakinanbersama.blogspot.com , kunjungi ya :)

 

Unduh Gratis Hotel App Store

agoda