Wonderful Indonesia 2016
Buah Bibir!Mau Cari hotel online murah tanpa harus online? Gampang! Download Gratis Hotel App Store untuk Ponsel pintar di tips wisata murah home. Diskon Mentok 80%. Untuk mendapatkan Promo ini silahkan klik banner hotel yang muncul di layar HP Anda. #Dapatkan panduannya, Download sekarang! Gratis!

H.Toyo Santoso Dipo: Menelusuri Jejak Sang Inspirator

H. Toyo Santoso Dipo

H.Toyo Santoso Dipo yang pernah mendapat penghargaan dari Pemerintah Ceko atas keberhasilannya sebagai motor penggerak untuk menjebatani sekaligus pengembangan kerjasama antara Pemerintah Ceko dengan Pemerintah Indonesia untuk pembangunan bandar udara internasional di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta ini adalah sosok bapak dari lima orang anak yang menjadi inspirasi bagi warga Kulon Progo, terutama wabil khusus warga yang berada di barisan bukit Menoreh. Karena berkat kebijakan pembangunan selama menjadi Bupati dua periode berturut turut mulai dari 24 Agustus 2001 hingga dengan 24 Agustus 2011, H. Toyo berhasil menyulap daerah "perbukitan" yang tertinggal seperti Puncak Suroloyo dan Kalibiru menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jogja.

Menurut Pak Tris warga Kalibiru pada tipswisatamurah.com mengatakan, " Diberi/karena sebab Pak Toyo, Kalibiru yang dulunya hanyalah gundukan bukit tidak berharga, sekarang bisa menjadi seperti intan permata yang terus menyedot minat wisatawan lokal maupun mancanegara, yang tentu saja dengan kunjungan wisatawaan tersebut mengangkat perekonomian masyarakat di sini." katanya. "Tidak hanya itu Mas, nanti kalau bandara di Temon (Kulon Progo) sudah jadi juga akan membuat perekonomian Kulonprogo makin maju. Maka warga disini, (perbukitan Menoreh), sampai kapanpun tidak akan melupakan jasa jasa pak Toyo." imbuh pak Tris berapi api.

H. Toyo Santoso Dipo

Inspiratif: Berkat info tersebut, Admin mencoba lebih dekat lagi pada H.Toyo dan mengunjungi kediamannya di daerah Nagung, Kulon Progo.

Dalam dialog hampir 5 jam dengan sosok sang Inspirator ini banyak bercerita tentang masa depan pariwisata Kulon Progo, penjabaran tentang trilogi pembangunan yang pernah dicanangkan selama menjadi Bupati dengan Tirto, Margo, Saras, hingga bercerita konsep ketahanan pangan. Menurutnya, pangan itu tidak melulu hanya padi, tapi ketela, jagung, air, termasuk Kambing dan Sapi. Maka H.Toyo Santoso Dipo yang didaulat menjadi Ketua Nitilaku Dies Natalis ke-66 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dalam kirab Dies Natalis ke-66 UGM kemarin Kulon Progo mengirim peserta kirab 2 (dua) buah mobil bak berisi gunungan pangan lengkap dengan sayur-sayuran, satu mobil bak berisi kambing dan domba Ettawa pilihan, serta satu mobil bak berisi 2 ekor sapi, (eh sapi dua ekor maksutnya).

Ketika ditanya lebih lanjut tentang ketahanan pangan, H.Toyo memprediksikan pada tahun 2030 nanti Indonesia akan mengalami kurang pangan, dan pada tahun 2035 akan mengalami percobaan semacam paceklik musim sulit pangan, hingga masih menurutnya pada tahun 2040 nanti bisa terjadi perang karena kekurangan pangan.

Ketika ditanya sebab dari kesulitan pangan serta solusinya, H.Toyo Santoso Dipo dengan senyum menjelaskan. Hal tersebut bukan hanya dipicu oleh pemanasan global yang berpengaruh pada musim tandur, tapi banyaknya lahan persawahan yang menjadi perumahan juga ikut andil. Maka menurut pak Toyo, belum terlambat, sekaranglah saatnya Keluarga Berencana (KB) harus digalakkan, serta seluruh lahan pangan harus dioptimalkan.




H.Toyo Santoso Dipo: Menelusuri Jejak Sang Inspirator Reviewed by Wisata Murah on 10.25 Rating: 4.5
0 Komentar untuk "H.Toyo Santoso Dipo: Menelusuri Jejak Sang Inspirator"
 

Unduh Gratis Hotel App Store

agoda